SAJAK KISAH... (part dua) Kuputuskan hatiku untuk kalah. Setelah kusampaikan pada kedua orangtua. Mereka seperti keberatan dan tidak menyetujui. Ada beberapa alasan yang memang menjadi acuan mereka dalam memberi keputusan. Baiklah. Untuk sementara aku mengalah. Aku tak boleh egois. Ridho orangtua tetap yang pertama dan utama. Lagipula, toh ia juga tak pasti dengan sikapnya.Barangkali aku saja yang terlalu menganggap istimewa. Aku biarkan saja rasa itu ada. Setelah kutanam. Benihnya tidak kupupuk. Biarkan ia hidup sendiri. Entah bertahan sampai kapan. Aku tak tahu. Pada dasarnya, tidak ada yang salah dengan cinta. Ia hadir membawa bahagia, jikalau luka. Itu karena hati kita yang mengijinkan terluka. Dan perasaanku masih sama meski jika bertanya dengan logika, ia akan melawan. Seiring waktu berjalan. Aku seperti tidak peduli dengan kesepakatan awal yang kubuat. Aku terjebak dengan sikap perhatian yang ia suguhkan. Aku tak pandai untuk sekedar menahan jemariku...
Cari Blog Ini
Secuil Kisah